Masalah kebisingan dan gema di dalam ruang kelas sering kali menjadi kendala tersembunyi yang mengganggu efektivitas proses belajar mengajar. Di kota besar dengan kepadatan tinggi, suara bising dari luar maupun pantulan suara di dalam ruangan yang luas dapat menurunkan konsentrasi siswa secara signifikan. Menanggapi permasalahan ini, para siswa di SMPN 78 Jakarta menciptakan sebuah inovasi lingkungan yang cerdas dan ekonomis. Mereka mengembangkan Panel Akustik Kardus, sebuah perangkat sederhana namun efektif yang dirancang khusus untuk mengatasi gangguan suara di area sekolah tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk material pabrikan.
Secara teknis, gema terjadi karena gelombang suara memantul pada permukaan yang keras dan rata, seperti dinding beton atau kaca jendela. Di ruang kelas yang minimalis, pantulan ini menciptakan polusi suara yang membuat instruksi guru menjadi tidak jelas. Siswa di sekolah ini menyadari bahwa struktur bergelombang pada bagian dalam kardus memiliki kemampuan alami untuk memerangkap udara dan memecah pantulan gelombang suara. Dengan memanfaatkan limbah kertas dan kardus bekas yang melimpah di sekitar lingkungan sekolah, mereka berhasil menciptakan sebuah Solusi Redam Gema yang sangat efisien dan berkelanjutan.
Proses pembuatan panel ini dimulai dengan pengumpulan kardus dari berbagai sumber, terutama sisa kemasan logistik di wilayah Jakarta. Para siswa kemudian menyusun potongan-potongan kardus tersebut ke dalam bingkai kayu dengan pola tertentu, seperti pola sarang lebah atau susunan vertikal yang rapat. Desain ini bertujuan untuk memaksimalkan luas permukaan yang dapat menyerap energi suara. Hasilnya adalah sebuah panel dekoratif yang fungsional. Inovasi ini membuktikan bahwa kreativitas siswa SMPN 78 Jakarta mampu mengubah barang yang dianggap sampah menjadi instrumen teknologi tepat guna yang meningkatkan kualitas kenyamanan ruang publik.
Dari perspektif edukasi, proyek ini mengintegrasikan ilmu fisika tentang bunyi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa belajar tentang frekuensi, amplitudo, dan bagaimana material berpori dapat berfungsi sebagai isolator suara. Pengujian dilakukan secara sederhana di dalam Kelas dengan membandingkan tingkat kejernihan suara sebelum dan sesudah panel dipasang. Data menunjukkan adanya penurunan tingkat desibel pantulan, yang berarti suasana belajar menjadi lebih tenang dan fokus siswa terjaga lebih lama. Pendekatan praktis seperti ini membuat pelajaran sains terasa jauh lebih hidup dan relevan dengan kebutuhan harian mereka.