SMPN 78 Jakarta melancarkan program edukasi Pengurangan Sampah Plastik yang berfokus pada transformasi kantin sekolah menjadi area yang ramah lingkungan. Inisiatif ini adalah respons terhadap volume sampah plastik sekali pakai yang dihasilkan setiap hari di pusat kegiatan siswa tersebut.
Langkah pertama adalah larangan total terhadap penjualan air minum kemasan botol plastik di kantin. Sekolah mewajibkan semua siswa dan staf membawa botol minum (tumbler) sendiri. Kebijakan ketat ini merupakan inti dari upaya Pengurangan Sampah Plastik di lingkungan sekolah.
Sekolah menyediakan stasiun isi ulang air minum gratis di beberapa titik strategis, mendorong siswa untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. Kenyamanan akses ini dirancang untuk menghilangkan alasan siswa membeli minuman berplastik, memutus rantai konsumsi limbah sekali pakai.
Program Pengurangan Sampah Plastik juga menyasar pedagang kantin. Mereka diberikan pelatihan dan insentif untuk beralih menggunakan kemasan makanan yang terbuat dari daun, kertas, atau kotak makan yang dibawa siswa. Penggunaan styrofoam dan saset plastik dilarang.
Untuk memotivasi siswa, sekolah mengadakan “Kompetisi Tumbler Terunik.” Siswa didorong untuk mendekorasi botol minum mereka, menjadikan penggunaan reusable tumbler sebagai tren yang keren dan positif, sehingga kepatuhan terhadap aturan menjadi lebih menyenangkan.
Edukasi Pengurangan Sampah Plastik ini terintegrasi dalam mata pelajaran Geografi dan Seni Budaya. Siswa mempelajari dampak polusi plastik terhadap lautan Jakarta dan menciptakan karya seni instalasi dari limbah plastik yang berhasil mereka kumpulkan.
Tim Eco-Police siswa dibentuk untuk mengawasi implementasi aturan di kantin. Mereka bertugas memberikan reward kepada siswa yang patuh dan edukasi korektif kepada yang masih membawa atau membeli plastik, menekankan pentingnya disiplin.
Dampak program Pengurangan Sampah Plastik sangat signifikan. Dalam waktu singkat, volume sampah anorganik di kantin sekolah menurun lebih dari 70 persen. Kantin kini menjadi area yang jauh lebih bersih, higienis, dan mencerminkan kesadaran lingkungan yang tinggi.
Sekolah berencana memperluas program ini dengan mengajak kantin di luar pagar sekolah untuk menerapkan kebijakan serupa. SMPN 78 Jakarta bertujuan menjadi role model dalam menciptakan zona zero waste di area pendidikan ibu kota.